News

Panduan Memilih Dodos Sawit yang Tepat

SPL NEWS

Tuesday, 02 Sep 2025

Bagi petani kelapa sawit, dodos merupakan salah satu alat utama yang wajib dimiliki untuk menunjang proses panen. Alat ini digunakan untuk memotong tandan buah sawit yang berada di ketinggian sedang, biasanya pohon muda hingga setengah dewasa. Pemilihan dodos yang tepat sangat penting karena akan memengaruhi efisiensi kerja, keamanan pemanen, serta kualitas hasil panen.

Secara umum, dodos sawit terdiri dari gagang (biasanya berbahan pipa atau besi) dan bilah tajam berbentuk mirip paruh burung. Desain ini memungkinkan pemotongan tandan dilakukan dengan cepat tanpa merusak pelepah berlebih. Namun, setiap dodos memiliki karakteristik berbeda tergantung bahan, ukuran, dan kualitas bilah. Oleh karena itu, petani perlu mempertimbangkan beberapa aspek sebelum membeli.

Hal pertama yang harus diperhatikan adalah material gagang. Dodos yang baik biasanya menggunakan pipa galvanis atau besi ringan yang kuat, tetapi tidak terlalu berat. Gagang yang terlalu berat akan membuat pemanen cepat lelah, sedangkan gagang yang terlalu ringan rentan bengkok. Panjang gagang juga harus disesuaikan dengan tinggi pohon sawit di kebun. Untuk pohon muda, gagang sekitar 2-3 meter sudah cukup, sedangkan pohon yang lebih tinggi bisa menggunakan gagang 4-5 meter.

Selanjutnya, bentuk dan ketajaman bilah perlu menjadi perhatian utama. Bilah dodos harus terbuat dari baja berkualitas tinggi agar tetap tajam meskipun digunakan berulang kali. Bentuk bilah yang ideal adalah melengkung dengan sudut potong yang sesuai, sehingga sekali tarikan bisa langsung memutus tangkai tandan. Bilah yang tumpul atau terlalu tebal akan membuat pemotongan lebih sulit, mengurangi produktivitas, dan bahkan merusak pelepah pohon.

Selain ketajaman, kualitas sambungan antara bilah dan gagang juga tidak boleh diabaikan. Sambungan yang kuat memastikan bilah tidak mudah lepas atau bergeser saat digunakan. Beberapa produsen menggunakan sistem baut atau las, sementara yang lain mengombinasikan keduanya untuk memberikan kekuatan ekstra. Pilihlah dodos dengan sambungan rapi, kokoh, dan mudah diperbaiki jika sewaktu-waktu terjadi kerusakan.

Faktor berikutnya adalah ergonomi dan kenyamanan penggunaan. Pemanen biasanya bekerja dalam waktu lama di lapangan, sehingga pegangan dodos harus nyaman digenggam. Beberapa produsen menambahkan lapisan karet atau busa pada bagian pegangan agar tidak licin dan mengurangi rasa pegal. Berat keseluruhan dodos juga harus seimbang: cukup ringan untuk diayunkan, tetapi tetap stabil saat digunakan memotong.

Dari sisi harga, petani perlu menyesuaikan dengan anggaran dan kebutuhan. Dodos dengan material premium tentu lebih mahal, tetapi biasanya lebih awet dan tahan lama. Sementara itu, produk dengan harga lebih murah bisa menjadi pilihan awal, meski berpotensi membutuhkan perawatan lebih intensif. Idealnya, petani menghitung biaya jangka panjang, bukan hanya harga beli, agar investasi pada alat panen lebih efisien.

Selain membeli, perawatan dodos juga sangat penting agar alat tetap optimal. Bilah harus diasah secara rutin agar tetap tajam, sedangkan gagang perlu dicek agar tidak berkarat atau bengkok. Setelah digunakan, sebaiknya dodos dibersihkan dari getah sawit dan disimpan di tempat kering. Perawatan sederhana ini akan memperpanjang umur pakai dodos dan menjaga kualitas panen.

Bagi perusahaan perkebunan skala besar, pemilihan dodos sebaiknya dilakukan melalui uji coba lapangan dengan melibatkan para pemanen langsung. Dengan begitu, manajemen bisa memastikan alat yang dipilih benar-benar sesuai kebutuhan pekerja. Selain itu, memilih supplier terpercaya juga penting untuk mendapatkan produk asli dan berkualitas, serta layanan purna jual jika terjadi kerusakan.

Kesimpulannya, memilih dodos sawit yang tepat membutuhkan pertimbangan menyeluruh, mulai dari material, ketajaman bilah, kekuatan sambungan, kenyamanan penggunaan, hingga harga dan perawatan. Dengan dodos yang sesuai, pemanen bisa bekerja lebih cepat, aman, dan hasil panen pun tetap terjaga kualitasnya. Investasi pada alat panen yang tepat bukan hanya menghemat biaya, tetapi juga meningkatkan produktivitas kebun sawit secara keseluruhan.